Monday, November 10, 2014

Penjernih Air dengan Polyaluminium Chloride (PAC)


Semoga bermanfaat:

Saat ini, banyak kita temukan produk-produk untuk menjernihkan air. Ada beberapa bahan kimia yang bisa digunakan untuk melakukan proses penjernihan air. Artikel ini akan mencoba untuk menjabarkan bagaimana proses penjernihan air dengan menggunakan Polyaluminium Chloride.
Berkenalan Dengan Polyaluminium Chloride (PAC)
Aln(OH)mCl3n-m merupakan rumus kimia untuk Polyaluminium Chloride (PAC). Merupakan salah satu Koagulan – zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif partikel di dalam suspensi – yang bisa membantu untuk menjernihkan air, seperti air sumur yang keruh. Terdapat beberapa cara yang telah diketahui dan dipatenkan untuk membuat PAC yang dapat dibuat dengan menggunakan hidrolisa parsial dari aluminium klorida, seperti ditunjukkan reaksi berikut : n AlCl3 + m OH. m Na+ → Al n (OH) m Cl 3n-m + m Na+ + m Cl
PAC adalah suatu persenyawaan anorganik komplek, ion hidroksil serta ion alumunium bertarap klorinasi yang berlainan sebagai pembentuk polynuclear mempunyai rumus umum Alm(OH)nCl(3m-n).
Keunggulan PAC
polyaluminium chloride
Jika kita membandingkan PAC dengan Koagulan yang lainnya, maka kita dapat melihat beberapa keunggulan dari PAC, seperti :
  • Pada kondisi air yang umum, PAC tidak membutuhkan koreksi PH. Sebab PAC memiliki atau dapat bekerja pada tingkat PH yang lebih luas.
  • Tedak seperti yang terjadi dengan Koagulan yang lain seperti alumunium sulfat, besi klorida dan fero sulfat. PAC tidak menjadi keruh apabila digunakan secara berlebihan. Ini berarti pengguna PAC dapat melakukan penghematan penggunaan bahan kimia.
  • Terdapatnya kandungan polimer khusus pada PAC, juga dapat membantu mengurangi pemakaian bahan kimia pembantu lainnya.  Tentu saja hal ini memberikan penghematan.
  • Untuk air yang di konsumsi, tentu saja dibutuhkan bahan untuk menetralisir kandungan kimia. Namun dengan penggunaan PAC ini hal tersebut dapat diminimalisasi. Sebab, kandungan basa yang cukup akan menambah gugus hidroksil dalam air sehingga penurunan pH tidak terlalu ekstrim.
  • Dalam hal pembentukan flok. Polyaluminium chloride memiliki waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan koagulan lainnya. Hal ini disebabkan gugus aktif aluminat yang bekerja efektif dalam mengikat koloid yang ikatan ini diperkuat dengan rantai polimer dari gugus polielektrolite sehingga gumpalan floknya menjadi lebih padat, penambahan gugus hidroksil kedalam rantai koloid yang hidrofobik akan menambah berat molekul, dengan demikian walaupun ukuran kolam pengendapan lebih kecil atau terjadi over-load  bagi instalasi yang ada, kapasitas produksi relatif tidak terpengaruh.
Beberapa Koagulan Lainnya

Berikut ini merupakan tabel koagulan lainnya, yang sudah sering kita temui dalam penjernihan air:
NAMA
FORMULA
BENTUK
REAKSI DENGAN AIR
pH OPTIMUM
Aluminium sulfat,
Alum sulfat, Alum, Salum
Al2(SO4)3.xH2O
x = 14,16,18
Bongkah, bubuk
Asam
6,0 – 7,8
Sodium aluminat
NaAlO2 atau
Na2Al2O4
Bubuk
Basa
6,0 – 7,8
Polyaluminium
Chloride, PAC
Aln(OH)mCl3n-m
Cairan, bubuk
Asam
6,0 – 7,8
Ferri sulfat
Fe2(SO4)3.9H2O
Kristal halus
Asam
4 – 9
Ferri klorida
FeCl3.6H2O
Bongkah, cairan
Asam
4 – 9
Ferro sulfat
FeSO4.7H2O
Kristal halus
Asam
> 8,5
Demikian perkenalan singkat kita dengan Polyaluminium Chloride. Semoga meningkatkan wawasan kita mengenai bahan penjernih air.

No comments:

Cara Membuat Roti Boy Mini

  Roti boy? Mendengar nama roti ini apa yang ada di benak Anda? Seperti kita ketahui dalam bahas inggris arti boy bermakna lelaki. Apakah ro...